Welcome to Sarana Satwa

SILASE

  • PDF
  • Print
  • E-mail
Silase adalah pakan yang berbahan baku hijauan, hasil samping pertanian atau bijian berkadar air tertentu yang telah diawetkan dengan cara disimpan dan diolah dengan menambahkan kultur tertentu dalam tempat (silo) yang kedap udara/ anaerob selama kurang lebih 3 - 4 minggu.

Tujuan pembuatan silase :

1. Untuk mengatasi kekurangan pakan pada waktu musim kering
2. Menampung kelebihan produksi rumput hijauan atau limbah daun kacang kacangan.
Proses yang terjadi pada pembuatan silase :
  • Menjaga jangan sampai udara luar masuk dalam wadah drum silo, jika masuk akan terjadi proses pembusukkan. Pada proses ini terjadi perombakan nilai nutrisi hingga ada kemungkinan turun.
  • Untuk sementara rumput dalam silo drum masih bernapas dengan udara di sekelilingnya dan menghasilkan CO2 + H2O + energy panas
  • Setelah udara dalam drum silo habis, sel sel rumput akan berhenti bernapas dan daun akan mati sehingga terjadilah proses ENSILASE.
  • Adanya pengaruh bakteri, bakteri laktis acid, streptococcus lantis dan membentuk asam laktat /susu dalam pembuatan silase yang perlu di perhatikan adalah membantu bakteri penolong dengan jalan menambah subtract ( umbi umbian, gamblong, katul ) dan yang perlu di cegah adalah bakteri pembusuk yang terdiri dari bakteri clostridium sacharo butirat dan clostridium tyrobutirat, yang menghasilkan asam mentega.
  • Bakteri asam susu asam laktat dapat tumbuh baik bila dalam kondisi an aerob sehingga prosesnya di sebut peragian atau fermentasi, oleh karenanya agar bakteri penolong dapat bekerja optimal maka O2 harus di keluarkan secara maksimal. Proses pembentukan asam susu berjalan sampai ph 4 asam sehingga perkembangan bakteri clostridium akan terhambat, keadaan ini biasanya tercapai setelah 3-4 minggu.

Bahan silase :

Limbah daun kacang kacangan, daun leguminosa, rumput, daun tebu atau semua hijau daun bisa diproses system silase.

Bahan pengawet :

- Molasses /tetes ; 2,5 liter/ 100 kg bahan
- Dedak : 5 kg/100 kg bahan
- Tepung jagung : 3,5 kg/ 100 kg bahan
- SnS PRO,probiotic solution : 500 ml/ 100 kg bahan

PEMBUATAN SILASE

Bahan hijau daun di potong ptong sepanjang 5 cm, secara bertahap masukan dalam silo, masukan bahan pengawet, masukan lagi bahan silase , injak injak hingga memadat, lalu masukan lagi bahan pengawet , beri bahan silase lagi , injak injak hingga padat, begitu seterusnya hingga bahan silase dan bahan pengawet habis ,lalu tutup rapat agar udara dan sinar matahari tidak bisa menembus dalam silo.

PENGAMBILAN SILASE

Setelah seminggu atau dua minggu atau 4 minggu silase sudah dapat di ambil, jika ingin di simpan lama dalam hitungan tahun, minimal peram silase 1,5 bulan.

Silase di ambil secukupnya saja, missal untuk stock selama 7 hari, lalu di angin anginkan, setelah itu baru bisa di berikan ke ternak.

Setelah silase di ambil , jangan lupakan proses penutupan silo, yang rapat agar dalam silo bebas O2.

Ciri ciri silase yang baik :

1. Rasa dan bau asam tape/caramel
2. Warna hijau dengan sedikit gradasi coklat
3. Tekstur tetap seperti hijau daun
4. Tidak berjamur, tidak berlendir dan tidak menggumpal





(dari berbagai sumber)
 

LEBIH JAUH TENTANG PROBIOTIK

  • PDF
  • Print
  • E-mail
Penggunaan antibiotik sebagai profilaktik dan growth promotors (AGP) telah lama dilakukan pada usaha peternakan. Namun pada tahun 1999, di negara maju seperti Eropa, pemerintah sudah melakukan pelarangan dalam penggunaan antibiotik sebagai AGP pada ternak. Hal ini disebabkan adanya residu antibiotik pada produk ternak (daging, telur, susu, dsb) yang memicu alergi atau reaksi keracunan pada konsumen. Penggunaan antibiotik jangka panjang sebagai imbuhan pakan berkontribusi pada terjadinya kasus resistensi. Pelarangan penggunaan antibiotik sebagai AGP di Eropa berdampak pada meningkatnya resiko terjadinya penyakit zoonosis. Hal ini juga berdampak negative pada negara pengekspor daging/telur yang masih menggunakan AGP karena produk mereka akan ditolak oleh negara pengimpor akibat adanya residu antibiotik. Untuk mengatasi masalah ini perlu adanya alternative pengganti dari Antibiotic growth promotors. Probiotik Probiotik merupakan salah satu produk pilihan yang digunakan sebagai alternative pengganti antibiotik sebagai growth promotor.

Menurut Fuller (1992), probiotik merupakan mikroba hidup yang diberikan langsung pada ternak dengan tujuan :
  • Meningkatkan keseimbangan mikroba dalam pencernaan dan mengurangi mikroba yang tidak dikehendaki seperti E.coli, Salmonella, Clostridium, dsb.
  • Meningkatkan produksi telur baik jumlah maupun berat telurnya, meningkatkan kesehatan ternak,
  • Meningkatkan laju pertumbuhan ternak potong, ayam dan babi, Peningkatan laju pertumbuhan ini terjadi dengan menekan jumlah mikroorganisme patogen yang mengganggu pertumbuhan dalam kondisi subklinis,

Produk probiotik dan penggunaannya serta menfaat serta cara kerjanya tidaklah sepopuler Antibiotic Growth Promotor, yang memang lebih dulu dikenal oleh peternak sehingga tidak heran jika terdapat keraguan oleh peternak dalam memilih dan penggunaan sediaan probiotik sebagai produk pengganti antibiotic growth promoter. Untuk itu pemahaman terhadap Mode Of Action dari probiotik perlu ditekankan. Apabila kita memahami bagaimana kerja probiotik, maka kita dapat lebih mengetahui kapan dan pada kondisi bagaimana probiotik itu bekerja secara optimal, karena mode of action, hasil penggunaan probiotik pada ayam tidak langsung terlihat dalam seketika. Pada seluruh spesies hewan, sangat direkomendasi untuk menggunakan probiotik pada kondisi stress, transportasi, perubahan diet pakan, masa grower, masa peak production/puncak produksi telur pada unggas, lepas sapih, kehamilan, dan laktasi (ruminansia dan babi).

Secara umum ada 4 mekanisme umum yang terjadi di dalam tubuh ayam dengan penggunaan probiotik, yaitu:
(1) Menciptakan suasana usus yang tidak nyaman untuk bakteri patogen,
(2) Terjadinya eliminasi situs reseptor bagi bakteri patogen,
(3) Adanya produksi dan sekresi metabolit antimikroba,
(4) Kompetisi nutrisi essential.
Kondisi pH usus sangat mempengaruhi kelangsungan hidup sejumlah mikroorganisme pathogen. Produksi Volatile Fatty Acid (VFA) oleh mikroflora normal usus pada pH<6 dapat mengurangi populasi Salmonella dan Enterobacteriaceae. Kondisi anaerob dalam sekum sangat baik untuk pertumbuhan Bifidobacterium. Bakteri ini merupakan mikroflora normal usus yang menghasilkan VFA (acetic, butyric, propionic, asam laktat), dan substansi antimicrobial yang efektif membasmi berbagai bakteri patogen Pemberian antibiotik dalam jangka waktu panjang dapat mengganggu kelangsungan hidup mikroflora normal usus sehingga menurunkan produksi VFA dan menyebabkan suasana usus menjadi basa. DOC biasanya belum mampu memproduksi VFA secara optimal, sehingga penambahan probiotik sangat penting dilakukan. Polisakarida pada dinding sel bakteri penting untuk perlekatan dengan epitel usus. Bakteri asam laktat akan menempati reseptor-reseptor di epitel usus ayam sehingga secara efektif akan mencegah perlekatan bakteri patogen dengan epitel usus. Akibatnya, bakteri patogen tidak dapat menempati situs reseptor di usus dan tidak mendapat asupan nutrisi karena kalah kompetisi oleh probiotik. Oleh sebab itu, harus diberikan probiotik dalam jumlah yang cukup agar dapat menghambat bakteri pathogen secara efektif. Mikroorganisme probiotik memproduksi substansi antimicrobial yang dapat membunuh patogen dan berkompetisi dengan bakteri patogen dalam menempati situs reseptor di saluran pencernaan. Inhibitory product yang dihasilkan oleh probiotik antara lain asam lemak terbang (VFA) rantai pendek (lactic, propionic, butyric, acetic acid), hydrogen peroksida, dan diacetyl. Selain itu probiotik menghasilkan metabolit berupa Bacteriocin yaitu sejenis protein dihasilkan oleh bakteri probiotik dan bersifat lethal untuk bakteri patogen. Bakteri asam laktat, Lactobacillus memproduksi sejumlah inhibitory product yaitu Nisin dan Reuterin. Nisin bekerja dengan menginduksi pembentukan pori-pori sehingga merusak struktur membrane sel bakteri patogen. Reuterin adalah produk metabolisme gliserol yang dihasilkan oleh Lactobacillus reuteri, memiliki spectrum luas dalam membunuh mikroorganisme patogen dalam saluran pencernaan ayam. Menurut beberapa peneliti, probiotik tidak hanya berperan menjaga kesehatan saluran pencernaan tapi juga berperan meningkatkan sistem kekebalan dan mengurangi stress pada ayam. Melalui penggunaan probiotik sebagai produk masa depan, peternak secara tidak langsung telah menerapkan konsep Kesejahteraan Hewan (Animal Welfare) dalam menjalankan usahanya sehingga didapatkan hasil produk akhir (telur, daging, dsb) yang berkualitas.

SnS PRO probiotic solution adalah salah satu produk probiotik dengan menggunakan multistrain mikroba probiotik dan yeast sehingga menghasilkan spektrum multifungsi untuk kesehatan ternak yang lebih baik, terutama untuk melawan bakteri patogen dan kontrol terhadap diare akibat E. coli.
Multivitamin, mikromineral dan asam amino yang turut melengkapi komposisi SnS PRO probiotic solution sangat berguna dalam membantu menanggulangi ketidak seimbangan nutrisi maupun kondisi defisiensi nutrisi serta mempercepat pemulihan kondisi (recovery) setelah sembuh dari sakit maupun stress berat.
(dari berbagai sumber)
 

PROBIOTIK PADA BROILER

  • PDF
  • Print
  • E-mail
BROILER dengan jangka hidup yang cukup pendek, memiliki koloni dalam ususnya yang sangat peka sehingga perlu meningkatkan system pengaturan tubuhnya. Cara yang 'biasa' dilakukan untuk melindungi ayam yang masih muda adalah dengan pemberian antibiotika atau dengan penggunaan AGPs (Antibiotik Growth Promotors) perlu diperhatikan.Namun, beberapa negara Eropa dan Amerika, telah melakukan pembatasan terhadap penggunaan antibiotika. Bahkan di tahun 2006 Uni Eropa melarang penggunaan AGPs. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya resistensi penggunaan antibiotika dan menghindari pengaruh negatif antibiotika pada manusia. Pemakaian antibiotik pada unggas dapat ikut menyelinap ke dalam produk ternak (daging dan telur), sehingga terakumulasi disana dan menjadi residu. Residu tersebut mempunyai efek yang kurang menguntungkan terhadap kesehatan konsumen, antara lain terjadi resistensi bakteri dan sensitifitas pada konsumen. Pemberian antibiotika juga bisa menganggu keseimbangan mikroba dalam saluran pencernaan inangnya. Sebagai salah satu alternatifnya adalah dengan pemberian probiotik, karena tidak mempunyai efek samping yang negatif dan bahkan memberikan manfaat yang luar biasa.
Di dalam saluran pencernaan,terdapat sekitar 100-400 jenis mikroba yang dikelompokkan pada mikroba yang menuntungkan dan yang merugikan (patogen). Di lingkungan yang normal,saluran usus pada anak ayam terkolonisasi dengan mikroorganisme. Umumnya sumber mikroflora usus adalah dari permukaan telur yang tidak steril sebagai hasil kontak induk dengan sangkarnya. Pada peternakan komersial, kolonisasi pada saluran usus ada hubungannya dengan kebersihan di hatchery dan kontak dengan lingkungan bebas. Saat umur 21 hari, broiler dapat mengatur keseimbangan flora usus.
Setelah umur 21 hari tantangan seperti stress, pergantian pakan dan pemberian obat-obatan seperti antibiotik dapat menganggu flora dalam saluran gastrointestinal dan menyebabkan kerugian. Jika saluran usus terkolonisasi dengan mikroba merugikan maka akan berdampak patogen bagi tubuh.

Menurut Fuller (1992), probiotik adalah makanan tambahan berupa mikroba hidup, baik bakteri, kapang/yeast yang dapat menguntungkan bagi inangnya dengan jalan memperbaiki keseimbangan mikroba dalam saluran pencernaan. Mikroba yang dikatakan sebagai probiotik (McNaught and MacFie, 2000) jika :
1. Dapat diisolasi dari hewan inangnya dengan spesies yang sama.
2. Menunjukkan pengaruh yang menguntungkan bagi inangnya.
3. Tidak bersifat patogen.
4. Dapat transit dan bertahan hidup di saluran pencernaan inangnya.
5. Sejumlah mikroba harus mampu bertahan hidup pada periode yang lama selama penyimpanan.

Mekanisme kerja probiotik masih banyak dikontroversikan. Mekanisme berikut ini dapat menjadi bahan pertimbangan (Budiansyah A, 2004),antara lain :

  1. Melekat dan berkolonisasi dalam saluran pencernaan.Jika mikroba dapat menempel kuat pada sel-sel usus maka mikroba dapat berkembangbiak dan mikroba patogen akan tereduksi dari sel-sel usus.
  2. Berkompetisi terhadap makanan dan memproduksi zat antimikroba.Mikroba probiotik menghambat organisme patogen dengan berkompetisi.
  3. Menstimulasi mukosa dan meningkatkan sistem kekebalan inang.

Penggunaan probiotik sebagai bahan aditif dapat memberikan keuntungan pada inangnya (terutama dalam saluran pencernaan), diantaranya :

  1. Efek nutrisional Pemberian probiotik secara langsung memberikan efek menguntungkan, seperti diantaranya engurangan kemampuan mikroorganisme patogen dalam memproduksi toksin, menstimulasi produksi enzim indigenus yang dapat meningkatkan fungsi pencernaan unggas, dihasilkannya vitamin dan substansiantimikrobial sehingga meningatkan status kesehatan inang.
  2. Efek sanitari Dengan adanya probiotik dapat menstimulasi respon kekebalan. Mikroba probiotik dapat mengeluarkan toksin yang dapat menghambat perkembangan mikroba patogen dalam saluran pencernaan sehingga dapat meningkatkan kekebalan inangnya. Toksin dari mikroba probiotik merupakan antibiotik bagi mikroba patogen.
sumber materi :
Buletin CP. Desember 2005

****

SnS PRO adalah Probiotik yang bisa diberikan pada unggas  melalui air minum, SnS PRO mengandung kombinasi kultur kapang dan mikroba serta multivitamin dan asam amino. Dari beberapa testimonial yang terpantau, hasil yang diperoleh dari pemberian SnS PRO pada peternakan broiler dibeberapa daerah  menunjukkan peningkatan yang terus menerus terhadap konversi pakan dan pertambahan berat badan. Keuntungan yang dihasilkan dari probiotik ini ada kaitannya dengan keseimbangan mikroflora di dalam saluran gastrointestinal, meningkatnya kesehatan usus dan memberikan kesehatan menyeluruh dan pada akhirnya akan memperbaiki performance dan keuntungan berupa profit bagi peternak.

 

Tips Pembersihan & Sanitasi KANDANG

  • PDF
  • Print
  • E-mail

PEMBERSIHAN kandang setelah periode sebelumnya usai merupakan satu hal yang sangat penting bagi keberhasilan budidaya layer maupun broiler untuk periode berikutnya.

Tujuan utama dan pembersihan kandang adalah mempersiapkan kandang yang bersih, lingkungan yang sehat untuk anak ayam dan menghilangkan mikroba yang dapat menyebabkan penyakit dari flok sebelumnya serta mencegah kontaminasi penyakit dari luar.

Untuk membersihkan sisa-sisa mikroorganisme penyebab penyakit dibutuhkan kerja keras serta bantuan bahan kimia seperti deterjen, desinfektan dan pestisida.
Proses desinfeksi tidak akan berhasil bila kotoran sisa-sisa bahan organik masih melekat pada lantai, dinding dan langit-langit kandang. Selain mencuci dan melakukan desinfeksi pada kandang, masih ada satu hal penting yang dapat mempengaruhi keberhasilan pemeliharaan periode berikutnya yaitu waktu istirahat kandang.

Kesalahan utama dalam menghitung waktu istirahat kandang adalah menghitung waktu istirahat atau waktu kosong kandang setelah ayam periode sebelumnya dipanen/diafkir.
Waktu istirahat harus dihitung setelah kandang dicuci benar-benar bersih dan didesinfeksi, untuk memutus rantai penyakit dari periode sebelumnya dibutuhkan waktu istirahat kandang minimal 14 hari.
Kegagalan dalam pembersihan kandang dapat berakibat fatal, virus Gumboro dapat hidup berbulan-bulan di luar tubuh ayam. Apabila virus masih tersisa dalam kandang ketika DOC masuk, akan mengakibatkan infeksi awal yang biasanya terjadi sebelum minggu ketiga.

Infeksi sebelum usia tiga minggu dapat bersifat subklinis (tanpa gejala penyakit Gumboro yang jelas) atau dapat membentuk klinis dengan gejala penyakit yang jelas.

Serangan penyakit Gumboro subklinis bersifat immunosupresi yang dapat mengakibatkan kegagalan seluruh program vaksinasi yang kita lakukan.

Serangan penyakit Gumboro subklinis bisa diamati dengan adanya gejala gangguan pernafasan yang sangat sulit diobati dengan antibiotik yang ada. Selanjutnya kematian bisa meningkat dengan gejala utama coli septisemia.

Pada umumnya serangan penyakit Gumboro subklinis maupun klinis dapat terlihat dua hari setelah vaksinasi Gumboro yang biasa dilakuk pada umur 13 sampai 17 hari.

Serangan penyakit Gumboro pada usia ini disebabkan masih tersisanya virus penyakit Gumboro dan periode sebelumnya di dalam kandang.Virus lapangan yang ganas dapat membawa antibodi maternal yang dimiliki oleh anak ayam, sedangkan virus vaksin yang sudah dilemahkan tidak mempunyai kemampuan seperti virus lapangan.Vaksinasi pada saat antibodi maternal masih tinggi menjadi gagal karena antibodi dapat menghilangkan virus vaksin. Selain itu vaksinasi pada ayam yang sudah terserang penyakit Gumboro dapat mempercepat timbulnya gejala klinis pada ayam.

Untuk menghilangkan organisme penyebab penyakit sisa periode sebelumnya dari dalam kandang dapat dilakukan dengan beberapa langkah di bawah ini.

Pembersihan kandang

(1). Bersihkan sisa ayam dan periode sebelumnya dan kandang.

  • Semprot langsung dengan desifektan dan insektisida setelah ayam keluar dan kandang.
  • Keluarkan semua peralatan dan kandang.
  • Buang dan bersihkan semua kotoran dan kandang dan keluarkan dan farm.

(2). Pembersihan kandang.

  • Semprot seluruh bagian kandang termasuk atap, lantai, dinding, layer dan bagian lain dengan air sabun (deterjen), gunakan tekanan rendah.
  • Kerok dan sikat sampai bersih sisa kotoran ayam dari slat dan dari permukaan kandang lain ketika masih basah.
  • Untuk membilas, semprot dengan air yang bertekanan tinggi atau gunakan air hangat.

(3). Lakukan reparasi kandang dan perawatan lantai apabila dibutuhkan seperti pemberian garam dapur (NaCl) untuk membunuh cacing, kapur untuk membunuh coccidia, tawas untuk membunuh kutu.

(4). Bersihkan gudang peralatan, gudang pakan dan fasilitas-fasilitas lain dalam area farm, sapu, sikat dan hilangkan sarang laba-laba. Untuk kandang yang menggunakan bin (tangki penyimpan pakan), buang sisa pakan pada bin, dan bersihkan/ sikat bin.

(5). Desinfeksi

  • Lakukan desinfeksi setelah kandang benar-benar bersih dan kering.
  • Gunakan desinfektan untuk kandang dengan pertimbangan efektivitas spektrum dan harga.
  • Desinfektan saluran minum kemudian tutup untukmencegah kontaminasi debu.
  • Lakukan desinfeksi kedua dengan desinfektan berbeda setelah kandang kering, sesudah desinfeksi pertama.
  • Desinfeksi gudang peralatan, gudang pakan dan fasilitas lain dalam area farm (rumah jaga, asrama, dipping mobil).


(6). Musnahkan tikus dan serangga.

Masa istirahat kandang

Masa istirahat kandang dimulai setelah kandang dicuci bersih total selesai di desinfeksi. Biarkan kandang minimal 14 hari tanpa ada hewan atau manusia yang masuk.
Pada masa istirahat kandang ini

  • Semua perbaikan/ perawatan kandang sudah harus selesai.
  • Semua peralatan kandang sudah dicuci bersih dan di desinfeksi.
  • Sekeliling kandang harus sudah bersih, rumput sudah dipotong dan semprot peptisida pada area 3 meter sekeliling kandang.

Persiapan kandang

Sebelum anak ayam masuk, perhatikan hal-hal sebagai berikut :

  1. Sebarkan litter dengan ketebalan 10 cm (minimal 8 cm) yang umumnya adalah sekam atau tatal, teliti kualitas litter. Apabila perlu berikan anti jamur pada litter.
  2. Sediakan peralatan kandang yang sudah bersih dan sudah didesinfeksi, jangan gunakan karton, bekas untuk chickguard.
  3. Lakukan desinfeksi terakhir sebelum anak ayam masuk.
  4. Semprot permukaan litter dengan insektisida yang tidak meracuni anak ayam bila sekam tercemar kutu.
  5. Sediakan bak dekontaminasi sepatu di depan pintu masuk kandang.
  6. Sediakan baskom dekontaminasi untuk mencuci tangan.





sumber :
Drh. Antimon Ilyas, MSc. PhD.
Praktisi Perunggasan tinggal di Jakarta

 

Page 3 of 27