PENYEBAB FEED INTAKE RENDAH

1. Kualitas Pakan
  • Kualitas pakan secara fisik, meliputi warna, bau dan kesegaran, bentuk dan ukuran, kontaminan kutu dan jamur sangat mempengaruhi banyak sedikitnya konsumsi pakan/feed intake.
  • Kualitas pakan dari segi kandungan nutrisinya, Tingginya kandungan serat kasar dan tinggi rendahnya kandungan metabolisme energy (ME) juga bisa mengakibatkan penurunan konsumsi karena serat kasar berpengaruh pada palatabilitas (tingkat kesukaan) dan tinggi rendahnya kandungan metabolisme energy menyebabkan ayam cenderung makan lebih sedikit jika kandungan metabolisme energy tinggi, dan sebaliknya.
2. Tata laksana
  • Kecukupan tempat pakan, ini berkaitan dengan kemudahan ayam untuk mengakses ransum dan keserempakan ayam untuk makan secara bersamaan.
  • Pengaturan jumlah dan waktu pemberian pakan, pemberian pakan 25-30% di pagi hari dan 70-75% disiang hari, sangat dianjurkan untuk mengatasi feed intake yang rendah. Karena sebagaimana diketahui bahwa nafsu makan ayam berbanding terbalik dengan tinggi rendahnya suhu lingkungan, suhu yang tinggi berakibat nafsu makan ayam menurun dan sebaliknya suhu yang rendah nafsu makan ayam akan meningkat.
  • Lighting Program, (program pencahayaan) yang kurang juga bisa menurunkan konsumsi ransum ayam. Pengaturan pencahayaan yang baik, terutama di malam hari, sangat berguna untuk merangsang aktivitas makan. Pada peternakan ayam petelur, pemberian cahaya ini harus dikontrol dan diprogram dengan baik terkait berhasil dan tidaknya pencapaian target performa ayam di masa produksi.
3. Status Ayam
  • Status Performance ayam, ini berkaitan dengan perkembangan gizzard dan tembolok ayam, yang pada dasarnya ayam akan mengkonsumsi ransum sesuai daya tampung tembolok dan gizzardnya. Apabila sejak awal pemeliharaan, tembolok dan gizzard ayam tidak berkembang dengan baik, maka pakan yang dikonsumsinya juga akan rendah dan tidak sesuai dengan standar.
  • Status Kesehatan ayam, Pada saat ayam dalam kondisi stres, respon ayam pertama kali adalah fokus meningkatkan laju metabolisme cadangan energi tubuh, yang pada akhirnya berakibat pada laju pergerakan dan penyerapan usus akan melambat dan konsumsi pakan pun akan menurun (Ferket dan Gernat, 2006). Beberapa pemicu stress antara lain heat stress (stres panas), kualitas udara/sirkulasi udara dalam kandang yang buruk dan kualitas litter yang buruk. Akan berdampak langsung pada penurunan konsumsi pakan. Penurunan feed intake yang terjadi akibat serangan penyakit merupakan kasus yang paling banyak dan biasa dijumpai. Ketika ayam sakit, organ kekebalan akan bekerja keras menghasilkan antibodi. Semakin banyak antibodi yang diproduksi, maka akan semakin besar pula energi yang diperlukan untuk membentuk antibodi tersebut. Hal ini mengakibatkan ayam akan terlihat lesu, lemah, mengantuk dan lebih memilih untuk “diam” tidak melakukan aktivitas makan.




dari berbagai sumber

 

Add comment


Security code
Refresh