Perlukah Pemberian Obat Cacing (Deworming) Secara Teratur

Adanya cacing dalam suatu peternakan ayam terutama pada ayam petelur maupun pembibit merupakan hal yang wajar. Pada dasarnya cacing dapat menyerang ayam semua umur, tetapi tidak akan menimbulkan kematian. Secara ekonomis cacing sangat merugikan peternak karena menyebabkan turunnya berat badan dan produksi telur serta naiknya rasio konversi pakan.

Ayam yang terinfestasi cacing mempunyai kondisi tubuh yang rentan dan mudah menjadi stress. Kondisi demikian menyebabkan beberapa organisme bakteri yang biasanya normal dan tidak patogen dapat berubah menjadi pathogen dan ganas. Jadi kematian pada ayam penderita bukanlah disebabkan karena cacing itu sendiri.
Paling sedikit ada 4 spesies cacing yang sering menyerang dan merugikan pada ayam, yaitu:
  • Ascaridia galli (Cacing gilig besar),
  • Heteraxis gallinae (cacing caecal),
  • Capillaria sp (cacing rambut)
  • Dan beberapa spesies cacing pita seperti: Raillietina echinobothrida.
Cacing gilig besar dan cacing caecal merupakan spesies cacing yang tidak memerlukan induk semang antara/hospes intermedier dalam siklus hidupnya, sedang cacing rambut dan cacing pita memerlukan hospes intermedier Seperti : lalat rumah, semut, kecoa, cacing tanah, siput dalam siklus hidupnya.
Ascaridia galli merupakan cacing yang paling sering ditemukan pada ayam. Cacing jantan dan betina hidup dalam lumen usus kecil dan menyerap vitamin B12 - sehingga ayam terlihat pucat. Panjang dan lebar cacing jantan adalah : 50 - 75 1 mm dan 0,5 - 1 mm, sedang cacing betina : 60 - 110 mm dan 0,9 - 1,8 mm. Cacing ini tebal, terdiri dan 3 lapis, putih kekuningan dan mempunyai 3 buah bibir. Telur tidak bersegmen dengan ukuran 73-92 µ x 45 –57 µ.
Heteraxis gallinae adalah cacing yang hidup dalam sekum, lebih kecil dan cacing Ascaris. Panjang cacing jantan : 7 - 13mm, cacing betina 10- 15mm. Telur berdinding licin dan tebal dengan ukurán 65 - 80 µ x 35 - 46 µ. Cacing caecal akan menyebabkan radang dan penebalan dinding sekum serta perdarahan pada mukosa sekum dan Sebagai karier terjadinya Histomonosis. Ayam yang terkena Histomonosis / blackhead / infectious enterohepatitis akan terlihat fokal nekrotik pada hati dan ulserasi pada sekum.
Capilaria sp tinggal di dalam dinding usus, ukurannya kecil, halus seperti rambut dan hidup menghisap darah. Panjang cacing jantan 9 - 25 mm dan cacing betina 10,5 - 80 mm dengan ukuran telur 48-65 µ x 23 -28 µ. Cacing rambut memerlukan cacing tanah dalam siklus hidupnya.
Cacing pita hidup dalam saluran pencernaan, dan untuk melangsungkan hidupnya memerlukan induk semang antara seperti : lalat rumah, semut, kecoa, siput dan kumbang. Ada 7 spesies cacing pita yang sering menyerang ayam. Bentuk cacing ini besar, datar, putih bersegmen-segmen seperti pita. Panjang cacing jantan ada yang mencapai 15 - 25 cm.
Gejala-gejala cacingan
Infestasi cacing apa pun dapat menimbulkan gejala klinis yang hamper sama, seperti: berat badan turun, lesu, lemah, kurus, pucat, sayap terkulai dan kotor, diare, penurunan produksi telur dan fertilitas, pemborosan penggunaan makanan atau naiknya rasio konversi pakan. Ayam penderita cacingan ringan masih tampak sehat, ayam penderita cacingan berat akan menyebabkan gejala klinis yang jelas. Berat ringannya infestasi cacing tergantung pada jumlah, macam dan jenis cacing yang terdapat dalam tubuh ayam.
Siklus hidup
Siklus hidup cacing Ascaria sederhana dan langsung. Satu ekor cacing betina dapat menghasilkan 5.000 telur tiap hari dalam keadaan tanpa embrio.
Satu telur saja yang termakan oleh ayam dapat menjadi cacing dewasa. Pada tempat yang lembab dengan temperatur 32,2° - 38,8°C dan terhindar dan sinar matahari telur cacing mengalami embrionisasi menjadi telur infektif dalam waktu 12 - 15 hari dan memerlukan waktu 35 hari untuk menyelesaikan daur hidupnya.
Pencegahan terhadap cacing
Lingkungan merupakan faktor penting terjadinya penyakit cacing pada ayam Kandang yang bersih, litter selalu kering dan bersih, sering diaduk-aduk, ditambah sekam lagi, pemberian vitamin A dan B komplek, dan isi kandang tidak terlalu padat merupakan usaha yang perlu dilakukan untuk mencegah dan mengurangi cacingan pada ayam.
Pengobatan
Obat cacing yang beredar di pasaran dengan berbagai nama merk dagang umumnya berisi piperazine, baik perazine citrat, piperazine hexahydrate maupun piperazine dihydrochlorida. Dosis yang biasa digunakan adalah 200 - 500 mg/kg BB. Piperazize hanya efektip untuk pengobatan terhadap cacing A.galli. Piperazine bekerja dengan membendung aksi asetilkolin pada sambungan syaraf ototnya, sehingga cacing menjadi lumpuh dan dikeluarkan oleh kerja peristaltik usus, akhirnya mati.
Cacing caecal diobati dengan phenothiazine, cacing rambut dengan methyridine, sedang obat cacing berspektrum luas seperti levamizole dan oksibendazole efektip melawan cacing gilig besar, cacing caecal dan cacing rambut.
Untuk cacing pita hanya efektip jika diobati dengan Di-N- butyl laurat 500 mg/kg BB, atau dengan Dichlorophen 300 mg/kg BB.
Kesimpulan
Obat cacing baik diindikasikan Sebagai pencegahan maupun pengobatan tidak perlu diberikan sekiranya peternak yakin bahwa cacing belum muncul.
Keyakinan ini diperoleh dengan tidak adanya gejala yang tampak dalam peternakannya.
Pemberian obat cacing yang disarankan, biasanya 5 - 8 minggu sekali dengan pemberian pertama kali pada umur 4 - 5 minggu. Tetapi yakinlah bahwa dengan manajemen dan lingkungan yang baik, maka pemberian obat cacing tidak perlu sesuai dengan program yang disarankan. Bisa saja pemberian obat cacing pertama pada umur 10 minggu atau dalam waktu yang lebih lama lagi,karena pada umur itulah baru saat yang tepat memberikan obat cacing. Begitu pula pemberian obat cacing kedua, ketiga dan seterusnya bisa dilakukan 6 – 8 minggu berikutnya atau dalam waktu yang lebih lama lagi.
Jumlah obat cacing yang diberikan pada masa starter, growing maupun laying tidaklah sama. Pada masa laying dengan berat badan ayam yang semakin bertambah, tentunyajumlah obat yang diberikan lebih banyak.
Ada 3 hal yang perlu diperhatikan dalam memberikan obat cacing, yaitu :
  1. Sudah tiba saatnya atau belum,
  2. Sudah tepatkah dosisnya (mg/kg BB x jumlah ayam) dan
  3. Sudah sesuaikah isi obat cacing dengan jenis cacingnya.
Jika 3 hal di atas diperhatikan dengan baik, maka peternak akan lebih efisien dan efektif memberikan obat cacing tanpa mengurangi produktivitasnya.
sumber :
Penulis . Drh. Mukhlis
 

Comments   

 
0 #1 Sherri 2017-10-26 10:22
I think your page needs some fresh posts. Writing manually takes a lot of
time, but there is tool for this time consuming task, search for; Ssundee advices unlimited content for any blog

Here is my web site ... Dane04: https://Fredericka04.blogspot.com
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh