KONTROL UKURAN DAN BERAT TELUR

Ukuran dan berat telur secara garis besar dipengaruhi oleh faktor genetik. dan faktor manajemen.

Faktor-faktor manajemen yang mempengaruhi ukuran telur dan berat telur terdiri dari 3 hal yaitu :
  • Kualitas dan kuantitas Pakan (Nutrisi)
  • Berat Badan (Body Weight)
  • Kematangan sexual (sexual maturity )


Kualitas dan Kuantitas Pakan

Protein, Asam Amino tertentu (seperti methionine dan lysine), energi, lemak total dan asam lemak esensial seperti asam linoleat didalam pakan memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap ukuran dan berat telur. Nutrisi-nutrisi tersebut, berperan bukan hanya menghasilkan telur berkualitas, melainkan juga ikut berperan dalam meningkatkan jumlah produksi telur.

Bowmaker dan Gous (1991) melaporkan bahwa pemberian methionine pada petelur (sebanyak 524 mg/ekor/hari) bisa meningkatkan rataan berat telur.

Untuk itu berikan ransum dengan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan ayam di tiap periode pemeliharaannya terutama untuk kandungan protein, asam amino, energi, asam lemak, kalsium, fosfor dan vitamin D (karena sangat berperan pada pembentukan telur)

Hal yang perlu diperhatikan dalam memanipulasi kebutuhan nutrisi untuk menghasilkan ukuran dan berat telur sesuai standar ialah adanya hubungan negatif antara produksi telur dan ukuran telur. Dimana biasanya pada kondisi normal (alami), peningkatan ukuran dan berat telur akan menyebabkan penurunan produksi telur. SnS PRO probiotic solution adalah salah satu solusi untuk menghindarkan kejadian ini, karena SnS PRO probiotic solution adalah sediaan probiotik disamping mengandung Bakteri-bakteri menguntungkan seperti Lactobacillus sp.,yang berguna untuk meningkatkan konsumsi pakan, retensi lemak, protein, kalsium, cuprum, dan mangan pada ayam petelur, Rhodopseudomonas sp, Actinomycetes sp., Streptomyces sp.,dan yeast sac / Saccharomyces Cerevisiae (ragi) berperan aktif dalam meningkatkan kecernaan zat gizi dan dapat memperbaiki performance ternak, juga SnS PRO probiotic solution mengandung multivitamin, mineral dan asam amino yang berguna untuk membantu ternak menanggulangi ketidakseimbangan nutrisi dan mempercepat pemulihan kondisi tubuh setelah terserang penyakit bakterial dan parasit (cacing /coccidiosis) dan stress.

Berat Badan

Berat badan memiliki korelasi positif dengan ukuran telur. Saat pertama kali bertelur, pullet yang memiliki berat badan di bawah standar akan berproduksi dengan ukuran lebih kecil. Demikian sebaliknya, pullet dengan berat badan di atas standar saat pertama kali bertelur, akan menghasilkan telur yang lebih besar ukurannya. Keadaan tersebut akan berlangsung secara terus-menerus selama ayam tersebut berproduksi.

Kontrol berat badan secara rutin ketika periode starter dan grower (pullet) wajib dilakukan serta usahakan agar ayam tidak terlalu gemuk atau terlalu kurus dengan range min 10% dari standart dan up 10% dari standart.

Kematangan Sexual

Ayam yang mengalami kematangan seksual terlalu dini akan memproduksi telur dengan ukuran kecil. Demikian juga sebaliknya ketika kematangan seksual terlambat, maka ayam akan memproduksi telur dengan ukuran besar .

Ukuran telur kecil yang disebabkan karena tingkat kematangan seksual terlalu dini, biasanya sulit untuk diperbaiki karena organ reproduksinya sudah tidak bisa diperbaiki lagi. Antisipasinya yaitu dengan memperhatikan masa pemeliharaan pullet terkait program pencahayaan. Untuk memperoleh telur dengan ukuran yang optimal, tambahan cahaya pada ayam periode grower tidak boleh diberikan sebelum ayam tersebut mencapai berat badan antara 1550-1600 gram, dimana pada berat badan ini ayam secara fisiologis dan anatomis sudah siap berproduksi.

 

(dari berbagai sumber)

 

Add comment


Security code
Refresh