MALABSORBSI (Pada Ayam Petelur dan Pedaging)

Malabsorpsi berpengaruh terhadap turunnya efisiensi pertumbuhan karena terjadi defisiensi nutrisi akibat kegagalan penyerapan. Efek lain adalah penurunan berat badan dan peningkatan kematian
Malabsorpsi adalah kondisi abnormal di dalam saluran pencernaan yang ditandai dengan ketidakmampuan usus untuk menunaikan tugasnya dimana kasus ini jika terjadi pada ayam broiler akan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan.
Pada kejadian di lapangan maka malabsorpsi akan berpengaruh terhadap turunnya efisiensi pertumbuhan karena terjadi suatu defisiensi nutrisi akibat kegagalan penyerapan. Efek lain adalah terjadi penurunan berat badan dan dapat berakibat terjadinya peningkatan kematian.
Secara umum ada 3 macam kategori penyebab terjadinya malabsorbsi yaitu
- Malabsorbsi karena infeksi (infectious agent)
- Malabsorbsi non infeksi (non infrctious agent),
- Malabsorbsi fisiologis (physiology malabsorpsi).
Malabsorpsi karena infeksi (infectious agent)
Penyebab malabsorbsi karena infeksi antara lain :
- Penyebab Virus
Contoh virus yang dapat menyebabkan malabsorpsi antara lain reovirus yang menyebabkan terjadinya enteristis sehingga nutrisi gagal diserap oleh ayam. Jenis virus yang lain adalah rota virus dan calci virus. Gejala yang nampak antara lain sindroma gangguan pertumbuhan seperti runting dan stunting, ayam kelihatan pucat, bulu abnormal dan terjadi diare.
- Penyebab bakteri
Misalnya adalah spesies clostridium, yang dapat menyebabkan terjadinya ulcerasi dan necrotic enteritis.
- Penyebab protozoa
Adalah Emeria maxima yang menyebabkan koksidiosis pada ayam, Crypto sporidium.
Malabsorbsi Non-infeksi (non infectious malabsorbtion)
Biasanya berupa toxin (racun) yang masuk ke dalam saluran pencernaan. Toxin bisa berasal dan pakan, minum. Racun yang berasal dan pakan misalnya jenis tanin dan inhibitor tripsin. Zat ini terdapat pada sorgum, dan soybean meal(bungkil kedele).
Zat ini menyebabkan enteritis dan selanjutnya terjadi malabsorpsi. Air minum dengan kandungan nitrit yang tinggi juga dapat menyebabkan malabsorsi. Jenis penyebab noninfeksi lainnya mycotoxin yaitu toxin yang dihasilkan dan jamur misalnya Fusarium menghasilkan mycotoxin T2, Aspergillus sp menghasilkan ajiatoxin dan fusarium menghasilkan DAS. Mycotoxin lainnya adalah Ochratoxin menyebabkan penebalan dinding usus yang menurunkan kesempatan menyerap nutrisi.
Malabsobrsi Fisiologi.
Malabsobrsi Fisiologi merupakan kejadian yang disebabkan berkurangnya kemampuan pencernaan ayam akibat adanya gangguan fisiologi secara normal. Salah satu penyebab kejadian ini adalah musim yang terlalu panas, konsumsi garam yang berlebihan.
Cara Mengatasi
Jadi pada dasarnya kejadian malabsorbsi merupakan sesuatu yang komplek dan ada beberapa hal yang berpotensi Manajemen pemberian pakan, biosecurity, kualitas air minum, kebersihan kandang, dan kualitas pakan itulah potensi yang harus menjadi fokus utama.
Mengatasi kasus ini haruslah dipilah pilah sesuai dengan etiologi kasus.
Cara yang paling mujarab adalah mencari penyebab primer dari kasus ini baru kemudian diteruskan dengan terapinya:
1. Etiologi primer karena infeksi.
Bila etiologi primer karena infeksi maka harus dipastikan dahulu apakah karena virus bakteri atau protozoa.
Jika karena virus maka tidak ada treatment obat atau semacamnya karena obat tidak akan menghasilkan suatu kesembuhan. Yang perlu dilakukan hanyalah menjaga kondisi ayam tetap fit dan bila telah terinfeksi perlu recovery ke kondisi semula dengan pemberian elektrolit atau glukosa.
Bila bakteri merupakan etiologi primernya tentunya menjadi suatu keharusan bila diterapm dengan antibiotik yang cocok yang terlebih dahulu perlu dipastikan jenis bakterinya.
Jika protozoa menjadi penyebab utamanya maka obat anti protozoalah yang perlu diberikan ke ayam yang mengalami kasus.
Apabila kasus infestasi cacing penyebabnya maka wajib diterapi dengan anthelmetika yang sesuai.
Selain dengan pemberian obat obat diatas perlu diberikan vitamin A dan vitamin C untuk merangsang pertumbuhan epitel usus dan mempercepat proses kesembuhan.
2. Etiologi primer karena non infeksi.
Apabila ayam mengalami malabsorpsi karena faktor ini wajib kiranya dicari latar belakang zat apa yang menjadi promotornya dengan mencari sejarah atau riwayat pemberian pakan atau riwayat pemberian air minum. Bila ayam terkena kasus karena faktor ini sulit sekali untuk proses recoverynya.
Bila ditemukan bahwa jamur penyebab pada kasus ini perlu diberi terapi dengan asam propionat,asam asetat, griseofulvin atau obat yang berfungsi sebagi fungisidal.
3. Etiologi karena fisiologis.
Kejadian malabsorpsi sering pula terjadi. Penanganan yang dilakukan yaitu dengan pemberian cairan penurun pH usus. PH usus akan kembali ke posisi normal, sehingga proses pencernaan akan kembali ke normal.
Pencegahan
Untuk menghindari terjadinya kasus malabsorpsi pada broiler perlu memperhatikan saran-saran pencegahan berikut ini:
  • Pada saat kedatangan DOC setelah DOC minum (usahakan minum pertama kali DOC adalah laktosa) sesegera mungkin diberikan pakan.
  • Beri pakan yang benar-benar tidak ada kontaminasi dan belum kadaluarsa. Karena kedaluarsanya pakan akan menyebabkan kerusakan komponen minyak ikan dalam pakan yang akan merangsang masuknya Clostridium sp.
  • Kontrol air minum secara rutin dengan mengirim sampel air minum ke laboratorium untuk mengetahui kandungan mineral dan koliform dalam air minum.
  • Pemberian anthelmetika secara rutin (sesuai siklus hidup cacing).
  • Peningkatan segala aspek yang menyangkut biosecurity.
  • Vaksinasi ayam dengan vaksin Reo.
  • Hindarilah tanaman Graminaeae (tanaman padi-padian) seperti jagung padi, rumput gajah,alang-alang di sekitar areal kandang, karena spora dari tanaman tersebut akan membawa toksin.
Pemberian SnS PRO Probiotic solution dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan Malabsorbsi ini, karena secara tekhnis pemberian probiotik dapat :
  1. Menstimulasi nafsu makan,
  2. Meningkatkan populasi mikroba menguntungkan,
  3. Meningkatkan kecernaan serat,
  4. Menstabilkan PH saluran pencernaan,
  5. Meningkatkan produksi dan regulasi enzim pencernaan,
  6. Memproduksi vitamin B untuk meningkatkan kecernaan
  7. Menekan pertumbuhan bakteri patogen,
  8. Menekan produksi ammonia
  9. Menonaktifkan toksin,
  10. Sumber mineral,
  11. Menghasilkan faktor pertumbuhan untuk bakteri pendegradasi serat. (FULLER, 1992; KUNG et al., 1997).
Dari beberapa pengalaman peternak Layer dilapangan Penggunaan SnS PRO Probiotic solution untuk ternak ayam dengan memberikannya lewat air minum, menampakkan hasil cukup bagus dengan aplikasi 1 minggu treatment 1 minggu libur begitu seterusnya, dengan lama pemberian antara 3-5 hari.
Pada ayam Layer ateu petelur penggunaan SnS PRO Probiotic solution yang dikombinasi BENNEFIT plus melalui air minum dengan menggunakan metode pemberian secara kontinyu seminggu sekali selama 2 hari berturut-turut menunjukkan hasil ; Ayam lebih terjaga dari problem tidak tercapainya feed intake selama masa pertumbuhan dan produksi, Ayam lebih terjaga dari kondisi lost body weight, Peningkatan kualitas dan kuantitas produksi telur, kotoran yang kering, Ayam lebih terjaga dan tahan terhadap penyakit jika terdapat kasus masa recovery-nya akan lebih cepat daripada yang tidak mendapat perlakuan treatment probiotik.
Pada ayam broiler penggunaan SnS PRO Probiotic solution yang dikombinasi BENNEFIT plus melalui air minum dengan menggunakan metode pemberian secara kontinyu seminggu sekali selama 3 hari berturut-turut menunjukkan ; hasil Ayam lebih tahan terhadap penyakit infeksius, pertambahan berat badan yang cepat dan signifikan, Feed Conversi Ratio (FCR) yang rendah (dibawah 1,5), Umur panen lebih awal, kotoran yang kering sehingga mampu meredam efek negative karena kelembaban yang tinggi dan Amonia.
Kasus malabsorpsi sering muncul dan jarang sekali menjadi perhatian para peternak broiler dan layer dan sering menjadi promotor adanya infeksi yang lain, sementara para peternak baru tersadarkan jika sudah berefek melanjut maka tentunya untuk menunjang performance ayam perlulah kiranya apa yang menjadi catatan diatas lebih diperhatikan.
dari berbagai sumber
 

Add comment


Security code
Refresh