PUYUH

Puyuh merupakan jenis burung yang tidak dapat terbang, ukuran tubuh relatif kecil, berkaki pendek dan dapat diadu. Burung puyuh merupakan bangsa burung yang pertama kali diternakan di Amerika Serikat, tahun 1870. Dan terus dikembangkan ke penjuru dunia. Sedangkan di Indonesia puyuh mulai dikenal, dan diternak semenjak akhir tahun 1979. Kini mulai bermunculan di kandang-kandang ternak yang ada di Indonesia.

PETUNJUK PRAKTIS PEMELIHARAAN

Dalam minggu pertama, lantai ditutup dengan kertas koran.
DOQ membutuhkan ekstra panas agar tetap hangat sampai bulunya tumbuh.
Temperatur 38,5ºC minggu Ke - I, turun 3oC setiap minggu hingga temperatur kamar 28oC.
Air minum dan pakan diletakkan diluar brooder.



Beberapa hari pertama pakan ditaburkan ke lantai (alas kertas),Lalu feeder dengan ukuran 10 x 30 x 3 cm dengan sekat kawat 1,2 x 1,2 cm agar pakan tidak tumpah
Air selalu tersedia, hati-hati jangan sampai DOQ tercebur.
Pakan Starter, Grower hendaknya memiliki kandungan Protein 24 %, ME. 3000 kkal/kg.
Jumlah kebutuhan pakan berdasarkan umur dapat diberikan sebagai berikut :

- Umur 31 – 51 hari, pakan 17,6 gram.
- Umur 51 – 100 hari, pakan 22,1 gram.
- Umur 101 – 150 hari, pakan 24 – 25 gram.
Kebutuhan Air minum puyuh rata-rata , 1 liter untuk 50 ekor.



Memasuki usia layer perlu ditambahkan program penyinaran untuk menstimulasi puyuh betina agar bertelur.
Penyinaran dapat menggunakan lampu bohlamp 40 atau 60 watts, dengan lama penyinaran 14-16 jam.
Ransum (pakan) yang dapat diberikan untuk puyuh terdiri dari beberapa bentuk, yaitu bentuk pallet, crumble dan tepung. Karena puyuh yang suka usil mematuk temannya akan mempunyai kesibukan dengan mematuk-matuk pakannya.
Pemberian ransum puyuh anakan diberikan 2 (dua) kali sehari pagi dan siang.
Sedangkan puyuh remaja/dewasa diberikan ransum hanya satu kali sehari yaitu di pagi hari. Untuk pemberian minum pada anak puyuh pada bibitan terus-menerus.
Selanjutnya Berikan SnS PRO probiotic solution yang dikombinasi dengan BENNEFIT plus melalui air minum seminggu sekali selama 2 hari berturut-turut, untuk menjaga kesehatan secara umum, meningkatkan produktifitas dan daya tahan tubuh serta memperbaiki saluran pencernaan agar dapat menyerap nutrisi dengan optimal.
Dengan pemakaian SnS PRO probiotic solution yang dikombinasi dengan BENNEFIT plus secara rutin dan berkelanjutan selain produktifitas optimal yang tercapai, dengan terjaganya kesehatan saluran pencernaan material kotoran puyuh akan jauh lebih kering sehingga kadar Amonia dan H2S didalam kandang akan sangat jauh berkurang, yang pada akhirnya efek negatif dari amonia dan H2S terhadap kesehatan puyuh dapat dihindari dan dicegah.
Pengendalian Penyakit

Sanitasi dan Tindakan Preventif dilakukan Untuk menjaga timbulnya penyakit pada pemeliharaan puyuh kebersihan lingkungan kandang dan vaksinasi terhadap puyuh perlu dilakukan sedini mungkin.
Pengontrolan Penyakit dilakukan setiap saat dan apabila ada tanda-tanda yang kurang sehat terhadap puyuh harus segera dilakukan pengobatan sesuai dengan petunjuk dokter hewan atau para praktisi (PPL).
dari berbagai sumber
 

Add comment


Security code
Refresh