Penyakit Penting Pada Unggas

Sebagai peternak kita tidak ingin timbulnya penyakit. Karena itu sanitasi dan program-program kesehatan haruslah dijalankan dengan cermat dan teliti. Tetapi faktor timbulnya penyakit tersebut bermacam-macam. Sehingga walaupun kita telah melaksanakan segala macam sanitasi dan kebersihan dijaga dengan ketat, kadang-kadang penyakit tersebut masih dapat menyerang peternakan kita. Maka dari ada baiknya kita mengenal beberapa penyakit yang sering dijumpai di Indonesia.

NEW CASTLE DISEASE (NCD/ND/TETELO/PES AYAM)

Penyebab

virus golongan paramyxo

Penularan

  • Hubungan langsung dengan ayam-ayam yang sakit.
  • Alat-alat kandang, tempat makan / minum yang ketularan virus.
  • Infeksi melalui udara, burung-burung yang membawa kuman penyakit dan para tamu yang masuk ke kandang membawa kuman-kuman yang melekat pada sepatu atau tangannya.

Tanda-tanda

  • Pada tingkat permulaan ayam mengalami batuk-batuk, bersin dan napasnya mengorok (terutama pada waktu malam hari, mengorok jelas terdengar).
  • Pada anak ayam dan ayam remaja (umur 3 - 4 bulan).
  • Gejala-gejala syaraf sering kali Nampak yaitu ayam jalannya sempoyongan, gemetar, suka mematuk, berjalan mundur dan mudah sekali dijumpai pada ayam dewasa.
  • Nafsu makan tidak ada, nafsu minum meningkat (suka minum) dan produksi telur menurun sangat menyolok sekali sampai 50% bahkan ada kalanya terhenti.

Pengobatan

Sampai saat ini tidak ada obatnya

Pencegahan

Vaksinasi secara teratur

 

INFECTIOUS BURSAL DISEASE (IBD = GUMBORO DISEASE)

Penyebab

virus golongan birnaviridae

Penularan

  • Hubungan langsung dengan ayam-ayam yang sakit.
  • Alat-alat kandang, tempat makan / minum.

Tanda-tanda

  • Nafsu makan hilang, gemetaran, peradangan di sekitar dubur dan terjadi diare berwarna putih.
  • Ayam tampak sering mematuki bulu di sekitar anus.
  • Sering menyerang pada ayam umur 20 – 60 hari, kadang – kadang menyerang pada umur dibawah 3 minggu. Angka kematian bisa mencapa 30% – 60%.
  • Semakin tua ayam, angka kesakitan dan kematian cenderung menurun.
  • Pada bedah bangkai dapat ditemukan perubahan pada bursa fabricius.
  • Pada keadaan akut bursa fabricius mengalami pembesaran, peradangan dan oedema. Kira – kira 4 – 8 hari setelah infeksi, bursa fabricius menjadi atropi. Sedangkan pada keadaan kronis bursa fabricius ukurannya bisa sangat kecil.
  • Ginjal dan saluran kemih mengalami pembengkakan dan terlihat putih karena tubulusnya (struktur lubang berbentuk silindris) mengalami dilatasi (perluasan) dengan adanya asam urat.
  • Terjadi perdarahan pada otot dada, otot paha dan mucosa proventriculus, mucus dalam usus meningkat.

Pengobatan

Tidak ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit gumboro. Tindakan yang dapat dilakukan adalah mengusahakan supaya kondisi badan cepat membaik, nafsu makan dirangsang dengan memberikan vitamin dan air gula (sebagai pemberian energi) 50 gram tiap 1 liter. Untuk mencegah infeksi sekunder dengan memberikan antibiotic dalam air minumnya. Untuk mengurangi demam dan menurunkan panas dapat diberikan paracetamol pada air minum 1 butir kaplet 50mg untuk 40 ekor DOC.

Pencegahan

Vaksinasi secara teratur.

 

INFECTIOUS BRONCHITIS (IB)

Penyakit yang menyerang ayam (segala umur) dengan cepat terutama anak-anak ayam umur 4 minggu dan dara.

Penyebab

Virus golongan Corona virus.

Penularan

  • Kontak langsung dengan ayam sakit
  • Alat-alat kandang yang kena infeksi
  • Makanan dan minuman
  • Melalui udara

Tanda-tanda

  • Pada anak ayam : keluar ingus, susah bernafas, batuk-batuk, sukar bertumbuh, mata berair.
  • Pada phase layer : produksi menurun, bentuk telur yang aneh, kasar dan kulitnya lunak ini akibat gangguan dan pada pertukaran zat calcium.

Pencegahan

Vaksinasi, sanitasi yang baik, tatalaksana yang sempurna.

 

INFECTIOUS LARYNGO TRACHEITIS (ILT)

Penyebab

Harpes virus

Penularan

  • Melalui saluran nafas atau conjungtiva.
  • Hubungan langsung dengan ayam-ayam yang sakit.
  • Alat-alat kandang, tempat makan/minum yang ketularan virus.
  • Infeksi melalui udara, burung-burung yang membawa kuman penyakit dan para tamu yang masuk ke kandang.

Tanda-tanda

  • Penyakit berjalan secara perakut, akut, “mild” atau asymptomatic.
  • Bentuk perakut, ayam ditemukan mati tanpa adanya gejala, prodromal atau tiba-tiba sesak nafas dengan beberapa kali batuk dan mengeluarkan eksudat berupa lendir yang bercampur darah atau titik darah, diikuti kematian pada 1-3 hari kemudian.
  • Pada bentuk akut, terlihat sesak nafas tetapi tidak terjadi secara tiba-tiba seperti pada kasus perakut.
  • Adanya penyumbatan trachea oleh eksudat menyebabkan ayam susah bernafas, menjulurkan lehernya, terengah-engah, paruh terbuka dan bersin-bersin. Kadang-kadang terlihat adanya kotoran dihidungnya, terjadi conjunctivitis (peradangan selaput lendir mata) mata berair dan keluar air mata. Ayam mengalami cyanosis (berwarna kebiruan) pada muka dan jengger. Biasanya ayam mati 3-4 hari kemudian.
  • Pada bentuk yang ringan terlihat batuk ringan, mengibaskan kepalanya, mengeluarkan eksudat dari hidung dan mata, conjungtivitis dan mata berair.
  • Pada ayam yang sedang bertelur dapat menurunkan produksi telur.

Pengobatan

  • Tidak ada obatnya.
  • Usaha yang dapat dilakukan adalah menjaga supaya kondisi badan cepat membaik dan meningkatkan nafsu makan dengan memberikan vitamin.
  • Sedangkan usaha untuk mencegah infeksi sekunder dapat dilakukan dengan memberikan antibiotic pada air minumnya.

Pencegahan

Vaksinasi

 

EGG DROP SYNDROME 1976 (EDS ’76)

Penyebab

Virus golongan Adenovirus

Penularan

  • Kontak langsung dengan ayam yang sakit (horizontal)
  • Tertular induk / melalui telur tetas (Vertikal).
  • Angsa itik, angsa bisa menjadi penyebab penularan EDS 76.

Tanda-tanda

  • Penyakit ini sering terjadi pada ayam petelur pada umur 25-26 minggu.
  • Ayam tetap tampak sehat, tidak memperlihatkan gejala sakit kecuali terdapat terdapat penurunan produksi yang sangat mencolok disertai penurunan kualitas telur. Biasanya makin besar penurunan kuantitas telur yang diproduksi makin rendah pula kualitas telurnya.
  • Perubahan kualitas telur seringkali bersamaan dengan penurunan produksi, tetapi ada kalanya turunnya kualitas telur mendahului penurunan produksi.
  • Kerabang telur warnanya berubah menjadi lebih pucat, lembek, kasar dan berubah bentuk atau kecil.
  • Produksi telur menurun sebesar 20-40 % selama 6-8 minggu atau 10 minggu.
  • Telur-telur yang menyimpang dari bentuk normal mengalami penurunan daya tunas dan daya tetasnya.

Pencegahan

  • Vaksinasi, sanitasi yang baik, tatalaksana yang sempurna.
  • Usaha yang dapat dilakukan adalah menjaga kondisi badan tetap baik dan meningkatkan nafsu makan dengan memberikan vitamin anti stress.
  • Infeksi sekunder dicegah dengan memberikan antibiotic dalam air minumnya.

 

INFECTIOUS CORYZA (SNOT, PILEK)

Penyebab

Bakteri Haemophilus paragallinarum.

Penularan

  • Kontak langsung dengan ayam sakit (horizontal).
  • Ayam yang telah sembuh dan serangan penyakit akan bertindak sebagai pembawa bibit penyakit dan dapat menularkannya pada ayam yang lain.
  • Masa inkubasi berkisar antara 1-3 hari.

Tanda-tanda

  • Penyakit ini merupakan penyakit kronis, kejadiannya berlarut-larut.
  • Dari lubang hidung keluar eksudat yang mula-mula berwarna kuning dan encer tetapi lambat laun berubah menjadi kental, bernanah dan berbau khas.
  • Adanya eksudat menyebabkan daerah sekitar lubang hidung berwarna hitam karena adanya debu kandang yang menempel. Tanda ini bisa digunakan untuk mencirikan adanya penyakit korisa di suatu kandang.
  • Sinus infraorbitalis membengkak, keluar air mata, tidak ada nafsu makan, diare dan bersin-bersin.
  • Kelopak mata membengkak dan mata tertutup.
  • Ayam menjadi sulit bernafas, kadang-kadang ditemukan diare.
  • Pertumbuhan menjadi terhambat dan kerdil.
  • Jika ayam yang mati karena infectious coryza dibedah di dalam sinus infraorbitalis akan didapati eksudat kental berwarna putih atau kuning dengan bau khas, titik-titik pendarahan dan oedema pada mukosanya.
  • Trachea terdapat eksudat serous sampai mukoid dan mukosanya menjadi menebal. Dapat juga terjadi peradangan pada kantung udara.

Pencegahan

Vaksinasi, sanitasi yang baik, tatalaksana yang sempurna.

Pengobatan

  • Pemberian antibiotic pernafasan untuk tindakan pengobatan.
  • Berikan vitamin antistres selama 5-7 hari setelah pengobatan.

COLIBACILLOSIS

Penyebab

Escherichia coli

Penularan

  • Penularan terjadi secara vertical dan horizontal. Penularan vertical melalui telur tetas kurang berarti dibandingkan dengan penularan horizontal. Litter yang sangat berdebu (debu litter banyak mengandung E.coli asal tinja) memudahkan E.coli masuk ke saluran pernafasan.
  • Ayam yang sakit saluran pernafasan menjadi mudah terinfeksi oleh E.coli meskipun kadang tidak berdebu.

Tanda-tanda

  • Pada saat ayam menderita penyakit pada saluran pernafasan atau udara sangat berdebu, Escherichia coli terhisap melalui saluran pernafasan. Kemudian melakukan infeksi dan multiplikasi. Infeksi biasanya local pada kantung udara dan menyebabkan penyakit yang kronis. Kantung udara menjadi tebal mengandung cairan dan massa seperti keju. Hal ini menyebabkan ayam sulit bernafas. Infeksi E.coli dapat juga menyebar ke ginjal, hati, jantung, kantung udara abdominal sehingga menyebabkan alat tubuh tersebut terselaputi dengan selaput fibrin. Ayam yang mengalami hal ini pertumbuhannya terhambat, sukar diobati dan angka kematian menjadi 8-10%.
  • Infeksi E.coli pada saluran pencernaan biasanya terjadi pada usus yang telah mengalami perlukaan karena serangan koksidiosis, nekrotik enteritis, histomoniasis dan infeksi oleh jamur atau cacing.
  • Infeksi E.coli juga mudah terjadi jika ayam mengalami stress akibat gizi rendah dalam ransumnya.
  • Kerusakan pada usus peradangan, pembengkakan, penebalan dinding usus, oedema, keluar lendir bercampur darah. Ayam terinfeksi mengalami diare pada berbagai tingkatan keparahan dan kondisi tubuh menurun dengan cepat.
  • Infeksi E.coli pada alat reproduksi kadang-kadang tidak menimbulkan gejala sakit. Ayam masih tetap bertelur tetapi telur menjadi tertular E.coli. Embrio dan telur tersebut akan mati sebelum menetas atau segera mati setelah menetas. Kematian embrio terjadi akibat peritonitis dan infeksi pada kantung kuning telur atau karena sepsis. Serangan E.coli kronis pada alat reproduksi menyebabkan penurunan produksi telurdan pecahnya telur didalam alat reproduksi yang menyebabkan kematian mendadak. E.coli juga menyebabkan coli granuloma dan arthritis.

Pencegahan

  • Vaksinasi, sanitasi / desinfeksi yang baik, tatalaksana yang sempurna.
  • Ciptakan suasana nyaman bagi ayam, jumlah ayam dalam luasan kandangtidak terlalu padat, ventilasi kandang cukup dan diusahakan agar ammonia kurang di dalam kandang.
  • Sanitasi tempat minum (tempat minum dicuci setiap 2 kali sehari)

Pengobatan

  • Pemberian antibiotic pencernaan pada air minum.
  • Berikan vitamin antistress 4-5 hari setelah pengobatan selesai, untuk membantu proses penyembuhan penyakit.

KOKSIOIOSIS (BERAK DARAH)

Penyebab

Koksidia yaitu parasit yang terdiri dari 1 sel (protozoa) dari genus Eimeria. Terdapat 12 macam spesies Eimeria yang menyerang ternak ayam, yaitu: Eimeria tenella, Eimeria necatrix, Eimeria brunette, Eimeria acervulina, Eimeria maxima, Eimeria mitis, Eimeria mivati, Eimeria praecox, Eimeria hagani, Eimeria tyssarni, Eimeria myonella, dan Eimeria gallinae.

Penularan

Penyakit menyebar secara horizontal dari ayam sakit kea yam sehat.

Tanda-tanda

  • Gangguan umum yang dapat dilihat adalah nafsu makan menurun, nafsu minum meningkat, hewan menjadi kurus, depresi, bulu kusut dan pucat.
  • Serangan Eimeria tenella pada umumnya akut, terjadi berak darah dan dapat menimbulkan kematian. Serangan Eimeria maxima menyebabkan tinja mengandung eksudat yang mukoid berwarna kemerahan dan bercampur bintik-bintik darah.
  • Jika penyebabnya Eimeria tenella maka pada bangkai ayam yang dibedah akan didapatkan caecum membesar dan berisi darah atau perkejuan yang bercampur darah.

Pencegahan

  • Melakukan sanitasi kandang dan peralatan kandang (kandang dibersihkan, dicuci dan disemprot dengan disinfektan), mencegah tamu, hewan liar dan hewan peliharaan lain bebas masuk ke lingkungan kandang.
  • Usaha peternakan dikelola dengan baik sehingga tercipta suasana nyaman bagi ayam, jumlah ayam dalam kandang tidak terlalu padat, ventilasi kandang cukup.

Pengobatan

Pemberian anticocci/coccidiostat

CHRONIC RESPIRATORY DISEASE (CRD)

Penyebab

Bakteri Mycoplasma Gallisepticum

Penularan

  • Kontak langsung dengan ayam sakit.
  • Alat-alat kandang yang kena infeksi
  • Makanan dan minuman
  • Melalui udara.

Tanda-tanda

  • Pada anak ayam : ada kalanya keluar ingus, susah bernafas, batuk, pertumbuhan terhambat.
  • Pada phase layer : produksi menurun, jika dilakukan bedah bangkai dapat ditemukan kelainan pada saluran pernafasan yaitu rongga dan sinus hidung berlendir. Kantung udara menjadi keruh atau mengandung lendir. Pada stadium selanjutnya, lendir menjadi berwarna kuning dan berkonsistensi seperti keju. Eksudat seperti ini juga dapat ditemukan di jantung dan pericardium (selaput jantung)

Pencegahan

Vaksinasi, sanitasi yang baik, tatalaksana yang sempurna.

Pengobatan

  • Berikan obat-obatan/antibiotic pada ayam yang sakit.
  • Obat dapat diberikan pada saat sebelum gejala CRD biasa muncul atau diberikan saat ada factor stress, selama 3 hari berturut-turut. Berikan vitamin antistres atau vitamin asam amino setelah pemberian obat selesai.
  • Vitamin antistres diberikan untuk membantu proses penyembuhan dan vitamin asam amino untuk memenuhi kebutuhan asam amino dan recovery setelah sembuh dari sakit.

FOWL CHOLERA (KOLERA UNGGAS)

Penyebab

Pasteurella Multocida, Pasteurella Aviseptica atau Pasteurella Gallinarum.

Penularan

Penularan terjadi secara horizontal baik secara langsung maupun tidak langsung. Penularan terjadi melalui saluran pencernaan, saluran pernafasan, luka pada kulit atau luka suntikan. Saluran pernafasan bagian atas dan hewan yang baru sembuh dari sakit masih mengandung kumpulan kuman yang dapat menyebar melalui ekskresi hidung. Kejadian penyakit berhubungan erat dengan ventilasi kandang yang kurang, transportasi, perubahan cuaca atau kekurangan vitamin A.

Tanda-tanda

  • Pada umumnya penyakit menyerang ayam umur 3 bulan keatas dengan masa inkubasi 4-9 hari. Penyakit dapat berjalan perakut, akut atau kronis.
  • Bentuk perakut menyebabkan ayam tiba-tiba mati tanpa ditandai adanya gangguan sebelumnya.
  • Pada bentuk akut dapat ditemukan adanya conjunctivitis dan keluarnya kotoran air mata.
  • Daerah muka, jengger dan pial membesar dan ada gangguan pernafasan.
  • Tinja encer berwarna hijau kekuningan.
  • Unggas menjadi lumpuh akibat adanya peradangan pada sendi tarsus.
  • Ayam yang mati karena serangan kolera akut atau perakut biasanya daerah muka menjadi biru kehitaman.
  • Bentuk kronis yaitu jika penyakit terjadi beberapa minggu sampai beberapa bulan, berupa infeksi local pada pial, sendi kaki, sayap dan basal otak.
  • Pial membengkak berisi cairan oedema atau massa perkejuan.
  • Infeksi pada daerah kaki dan sayap ditandai dengan pembengkakan disertai kelumpuhan.
  • Kadang-kadang juga torticolis ditemukan dan hal tersebut menandakan adanya infeksi local pada telinga dan basal otak.
  • Serangan kolera kronis menyebabkan penurunan produksi telur.

Pencegahan

Vaksinasi, sanitasi yang baik, tatalaksana yang sempurna.

Pengobatan

  • Berikan obat-obatan/antibiotic pencernaan.
  • Setelah pemberian obat selesai, berikan vitamin anti stress atau vitamin asam amino, probiotik 4-5 hari berturut-turut untuk membantu proses penyembuhan.
 

Comments   

 
+1 #13 Aubrey 2017-10-25 08:01
idea for taking more about e juice read
about: https://app.box.com/s/7i842gknaztq9wla1mbspbnh9c5r7eop
Quote
 
 
+1 #12 Harvey 2017-09-18 02:37
It's hard to come by knowledgeable people on this subject, but you seem like you know
what you're talking about! Thanks

Take a look at my website :: paintball: http://erickhkrvw.bluxeblog.com/570515/top-latest-five-paintball-urban-news
Quote
 
 
+1 #11 Estelle 2017-09-17 20:10
This text is worth everyone's attention. How can I find out more?


Visit my blog post :: broderie: http://jasperrngzp.pages10.com/Rumored-Buzz-on-embroidery-9213098
Quote
 
 
+1 #10 Janice 2017-07-22 03:50
always i used to read smaller posts that also clear their motive,
and that is also happening with this piece of writing which I am
reading here.
http://theelderscrolls5skyrimevolution225.ru/
skyrim: http://theelderscrolls5skyrimevolution225.ru
http://theelderscrolls5skyrimevolution225.ru
Quote
 
 
+1 #9 Beverly 2017-06-03 06:37
Appreciate the recommendation. Will try it out.


Feel free to visit my page; Instapromote: http://instapromote.me/buy-instagram-followers/
Quote
 
 
+1 #8 Indira 2016-02-17 11:36
I have tons of acrylic paint lying around, but I may need to get Claudine Hellmuth's studio paints just for that
project due to the fact it has much less fillers, generating the stains more translucent.


Feel free to visit my site free woodwork
projects plans: http://S3.Amazonaws.com/plansshed/index/5.html
Quote
 
 
+1 #7 Collin 2016-01-19 14:30
I'm not certain where you might be getting your info, however good
topic. I needs to spend a while learning far more or
understanding more. Thanks for wonderful info I was in search of
this info for my mission.

Review my webpage :: star tattoo designs for womens
Feet: http://s3.amazonaws.com/tatoez/index/198.html
Quote
 
 
+1 #6 Abraham 2016-01-19 04:04
far more than 2thousand flags now and nevertheless counting!!


My homepage bug out bag list excel (Louis: http://s3.amazonaws.com/doomre/index/121.html)
Quote
 
 
+1 #5 Stephany 2016-01-17 17:24
When I originally commented I clicked the "Notify me when new comments are added" checkbox and now each
time a comment is added I get four emails with the same comment.
Is there any way you can remove me from that service?
Many thanks!

My web site: Heartburn No More Reviews: https://www.youtube.com/watch?v=_gPseXFIuaQ
Quote
 
 
+1 #4 Forest 2015-11-11 14:49
Hey There. I found your blog using msn. This is a very well written article.
I will make sure to bookmark it and return to read more of your useful
info. Thanks for the post. I'll certainly comeback.

my web site ... Lavish Skin Reviews: http://sdcctw.com/index.php/component/k2/itemlist/user/320641
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh