Cage Layer Fatigue | osteoporosis pada ayam petelur

Cage Layer Fatigue | osteoporosis pada ayam petelur

OSTEOPOROSIS pada ayam petelur dikenal dengan cage layer fatigue, kondisi ini sering timbul pada ayam petelur dengan produksinya yang tinggi pada sistem kandang baterei. Kasus ini sering teriadi pada saat puncak produksi, terkadang ayarn petelur yang sehat mati secara mendadak. Mengapa kasus ini bisa terjadi dan bagaimana mencegahnya ? Osteoporosis merupakan kondisi dimana terjadi ketumpuhan pada bagian kaki dan terkadang pada bagian tertentu atau terjadi paralisis sempurna. Ayam yang terkena penyakit ini tak sanggup berdiri dan seringkali bergerak ke bagian belakang sangkar, terkadang jatuh tiba-tiba dengan posisi kaki keatas (terlentang). Ayam dapat hidup beberapa hari setelah mengalami dehidrasi, penurunan berat badan dan penurunan produksi secara tiba-tiba. Meskipun ayam yang terkena peryakit ini dapat tetap makan, namun dapat mengalami kematian akibat dehidrasi dan kelaparan karena sulit menjangkau tempat makan atau minum.

Perubahan patologi

Ayam yang mati secara akut (tiba-tiba) biasanya produksi telurnya inaktif dengan sebagian kerabang telur dalam oviduk. Paruh menjadi lebih tunak dan mudah bengkok. Tutang rapuh, mudah pecah dan patah. Tidak seperti penyakit rachitis (penyakit tulang karena kekurangan vitamin D), tulang tidak lunak atau elastis. Tulang femur (bagian atas tulang kaki) lebih mudah dipotong dengan gunting dan tidak ada tutang medullari terdeteksi di datam rongga sumsum. Seringkali sternum bengkok dan tulang rusuk tipis. Tulang rusuk rapuh karena retaknya bagian tekukan tulang sternal dan vertebral adalah hal yang biasa. Terkadang terjadi keretakan tulang yang lain. Retaknya dan robohnya ruas-ruas tulang belakang nampak pada ayam yang mengalami paralisis.

Penyebab

Penyebab dari kaki yang lemah adalah berkurangnya jumlah jaringan tulang (osteoporosis) dibawah level yang dibutuhkan untuk menopang tubuh. Yang tebih spesifik adalah terjadi penurunan sejumlah tutang corticat dan trabecuta (cancetous). Tulang unggas umumnya terdiri dari bagian cortical, trabecula dan medulla. Bagian cortical tulang merupakan tulang keras, kompak dan padat, membentuk dinding luar dan memberikan kekuatan pada tulang, terutama tulang-tulang panjang seperti bagian kaki dan sayap. Bagian trabecula tulang merupakan kerangka internal yang menopang ruas-ruas tulang belakang, tulang panggul, tulang dada, tulang rusuk dan cabang-cabangnya. Bagian cortical dan trabecula tulang membuat tulang lebih terstruktur dan mempunyai suatu fungsi penunjang secara mekanis. Pada kasus cage layer fatigue terjadi kehilangan struktur massa kerangka (bagian trabecula dan corticat tulang). Sebagai akibat dari penurunan volume bagian corticat dan trabecula tulang, kaki menjadi lemah dan tidak dapat menopang tubuh, tulang akan menjadi ringan, mudah patah, rapuh dan hancur. Paralisis (kelumpuhan) seringkali disebabkan patah/retak secara spontan dan robohnya ruas-ruas tulang belakang disebabkan tekanan dari sumsum tulang belakang. Kasus sudden death (mati mendadak) yang terjadi pada ayam yang sehat diduga karena terjadi hypocalcemia akut (rendahnya kalsium dalam darah).

Pengambil kalsium oleh telur

Menurunnya jumlah bagian cortical dan trabecula tulang karena kalsium. dari tulang tersebut digunakan untuk pembentukan kerabang tetur. Induk ayam membutuhkan 2 – 2,2 g kalsium untuk pembentukan kerabang tetur dan 25 mg di dalam kuning tetur. Kalsium diserap dari usus dan ditransfer melalui aliran darah ke uterus secara langsung atau disimpan sementara pada medullari tulang.

Kalsium dibutuhkan untuk pembentukan kerabang telur yang didapatkan dari pakan, namun jika kalsium tidak cukup yang diserap dari usus, maka sejumlah kalsium pada medullari tulang akan dimobilisasi untuk menyediakan kalsium tambahan. Pada peternakan ayam petelur modern, sumber kalsium untuk pembentukan kerabang tetur berasal dari kombinasi pakan dan cadangan bagian medulla tulang. Bagian medulla tulang menyediakan 40% kalsium yang dibutuhkan untuk pembentukan kerabang telur. Kalsium yang diambil dari bagian medulla tulang harus diisi lagi saat sebetum terjadi pembentukan kerabang telur dengan penyerapan kalsium dari usus.

Sepanjang masa peneluran akan terjadi proses penyerapan dan pembentukan bagian medulla tulang secara terus menerus. Karena sebagian mineral tulang terbuat dari kalsium dan phospor, jika kalsium keluar dari tulang maka phosphor juga akan keluar dan akan diekresikan melalui urin. Saat kalsium dalam tulang diganti, maka penggantian itu dalam bentuk kombinasi kalsium dan phospor (Ca P04). Jika pakan rendah kalsium, phospor dan atau vitamin D3 (dibutuhkan untuk penyerapan kalsium dalam usus), bagian medulla tulang tidak akan melakukan mineralisasi lagi dan akhirnya akan kehabi

san kalsium. Jika bagian medulla tulang kehabisan kalsium dan pakan sebagai sumber kalsiumnya tidak tersedia, maka ayam tersebut akan memecah bagian trabecuia dan cortical tulang dalam menggunakan kalsium untuk pembentukan kerabang telur. Proses, ini dapat menurunkan jumlah bagian cortical dan trabecuta tulang. Tulang akan menjadi lebih ringan, mudah patah, rapuh dan hancur.

Ayam petelur di kandang baterei

Osteoporosis lebih banyak terjadi pada ayam petelur dalam kandang baterei namun tidak pada ayarn petelur dalam kandang lantai, merupakan suatu fenomena yang tidak dapat dijelaskan. Ada kemungkinan bahwa pada petelur dengan kandang baterei peka terhadap kondisi ini sebab ayam tidak mempunyai akses dengan liter dalam proses daur ulang kalsiurn dan phospor. Ayam petelur yang dipelihara pada litter (sistem kandang lantai) akan mendapat tambahan kalsium dan phospor dari litter. Namun ada faktor lain yang berperan dalam kasus osteoporosis pada ayam petelur yang dipelihara  dalam baterei. Kurangnya aktifitas ayam petelur (dalam kandang baterei) ini diduga sebagai faktor yang menyebabkan rendahnya kekuatan tulang. Kondisi ini juga terjadi pada ayam  petelur berproduksi tinggi (pada kandang baterei) yang mendapat kalsium, posphor dan vitamin D3 cukup dalam pakannya. Alasan ini karena pada petelur modern dengan produksinya yang tinggi, memiliki metabotisme kalsium yang tinggi (sehingga kalsium yang didapat tidak lama dan tidak terus menerus) serta tingginya kebutuhan untuk pembentukan kerabang dan pemeliharaan tulang. Ini  emberikan pengaruh negatif terhadap keseimbangan antara pembentukan tulang dan penyerapan sehingga dapat menimbulkan osteoporosis.

Mengapa kondisi ini sering terjadi ?

Ayam petelur modern dihasilkan dari strain yang tinggi tingkat produksi telurnya. Oleh karena itu ayam petelur harus mendapatkan kalsium yang cukup tiap hari. Tadi telah disebutkan bahwa, ayam petelur memerlukan kurang lebih 2,2 mg kalsium untuk pembentukan kerabang tetur dan 25 mg untuk kuning telurnya. Pembentukan kerabang telur mernerlukan waktu 18 – 20 jam sebelum ayam bertelur, ayam ini membutuhkan kalsium kurang lebih 115 – 130 mg per jam untuk  memindahkan kalsium dari darah ke telur. Karena darah mengandung tidak tebih dari 25 mg kalsium, maka perputaran kalsium darah tiap 12 menit. Ayam petelur yang produktifitasnya tinggi dapat bertelur tiap hari, sehingga perlu kalsiurn tinggi dalam darah secara terus menerus untuk pembentukan kerabang telur dan memelihara tulang. Pembentukan kerabang tetur terjadi saat periode gelap ketika ayam tidak makan, oleh karena itu ayam harus selalu mengambil kalsium di dalam bagian medulla tulang untuk pembentukan kerabang telur. Pada petelur modern yang memproduksi telur tiap hari, memiliki sedikit waktu untuk pembentukan tulang permintaan yang terus menerus terhadap kalsium sehingga sulit mengganti mineral dalam bagian medulla tulang sebagai contoh : tingkat penyerapan medullari tulang lebih tinggi dibandingkan tingkat pembentukan kerabang. Akhirnya bagian medulla tulang akan cepat kehabisan kalsium.

Faktor lain juga berperan dalam meningkatnya kasus cage layer fatigue pada petelur modern. Pada ayam yang mengalami kematangan sexual dini umumnya memiliki berat dibawah standar dan nafsu makannya rendah sehingga intake nutrisi rendah, Demikian juga dengan struktur massa kerangka (bagian trabecula dan cortical tutang) memungkinkan tidak tumbuh secara sempurna pada awal kematangan seksual dan membuat tulang lebih mudah terkena osteoporosis.

Mengapa kondisi ini perlu diperhatikan?

Kondisi ini perlu diperhatikan karena ada dua alasan : pertama, berhubungan dengan kematian dan turunnya produksi. Yang kedua dan ini lebih penting adalah kerusakan tulang sehingga sebaiknya induk ayam ini dikeluarkan dari baterei dan bawa ke RPA. Meskipun mungkin pada awalnya beberapa ayam menunjukkan gejala klinis cage layer fatigue, namun pada akhir periode peneluran banyak ayam yang menunjukkan gejala osteoporosis (tulang mudah patah dan rapuh). Ayam yang sampai di RPA memiliki tulang rusak/retak. Kerusakan tulang mengakibatkan pendarahan, kontaminasi pada karkas, sepihan tulang dalam daging. Kerusakan tulang pada ayam mempunyai implikas! dengan kesejahteraan hewan, Karena masalah ini akan meningkatkan kasus osteoporosis.

Apa yang dapat dilakukan?

Jika kasus osteoporosis ada dalam suatu flok, maka tidak banyak yang dapat dilakukan. Jika pada tahap awal ayam memiliki kaki lemah (awalnya bukan osteoporosis), seringkali dapat sembuh jika dikeluarkan dari kandang baterei dan diberikan pakan dan  minum yang cukup. Tetapi hal ini tidak bisa dipraktekkan pada peternakan komersial yang besar. Jika gejala klinis osteoporosis dalam suatu flok tinggi, maka lakukan analisa pakan terhadap level Ca, P dan vitamin D. Namun perlu diingat bahwa ayam memiliki batas fisiologi untuk menyerap dan menggunakan nutrisi. Kebutuhan nutrisi dalam mempengaruhi ayam berbeda-beda.

Bagian Medulla Tulang, apakah itu?

Merupakan tulang primitif yang hanya terdapat pada unggas. Terdiri dari spicula tulang yang saling berhubungan seperti bagian tulang trabecula. Tulang ini hanya ada pada ayam betina dewasa dan berada dalam jumlah yang beragam dalam tulang rusuk, tulang dada, tulang pinggul, ruas-ruas tulang betakang, tulang paha, tulang kering dan tulang betis. Pembentukan tulang ini dimulai oleh tindakan bersama antara estrogen dan androgen, bertepatan waktunya dengan kematangan folikel ovarium. Sekitar 2 minggu sebeturn produksi telur, bagian specula tulang mulai tumbuh ketuar dari permukaan endosteal dari bagian tulang corticat. Ruang antara spicules telah ditempati sumsum tulang dan sinus darah. Pembentukan bagian tulang medulla bertepatan waktunya dengan pengurangan volume bagian tulang trabecula.

Pada awal bagian tulang medulla memiliki struktur yang rapuh (mudah hancur), oleh karena itu hanya sedikit dapat menopang keseluruhan tulang – tulang yang kuat. Tulang ini bertindak sebagai sumber kalsium yang diperlukan untuk pembentukan kerabang telur.

Kasus Cage Layer Fatigue sering muncul pada peternakan ayam petelur dengan produksi yang tinggi, terutama pada sistem kandang baterrei.

Rolli Sofwah Hakim  
(sumber : World Poultry No. 4 Vol. 12,1998)