CIPLUKAN (Physalis angulata L.)

CIPLUKAN (Physalis angulata L.)

Ciplukan memiliki aktivitas sebagai antihiperglikemi, antibakteri, antivirus, imunostimulan dan imunosupresan (imunomodulator), antiinflamasi, antioksidan, dan sitotoksik.
Ekstrak daun ciplukan dengan dosis 28,5 mL/kg BB dapat mempengaruhi sel β insulin pankreas. Hal ini menunjukkan adanya aktivitas antihiperglikemi dari ciplukan Baedowi [1998]
Januario et al. (2000) telah menguji aktivitas antimikroba ekstrak murni herba Physalis angulata L. Fraksi A1-29-12 yang terdiri dari fisalin B, D, dan F menunjukkan KHM (Kadar Hambat Minimum) dalam menghambat Mycobacterium tubercolosis H37Rv sebesar 32 µg.mL-1. Fisalin B dan D murni menunjukkan nilai KHM dalam menghambat Mycobacterium tubercolosis H37Rv masing-masing sebesar >128 µg.mL-1 dan 32 µg.mL-1. Diduga fisalin D berperan penting pada aktivitas antimikroba yang ditunjukkan.
Komposisi 

Senyawa-senyawa aktif yang terkandung dalam ciplukan antara lain :
saponin, flavonoid, polifenol, dan fisalin, Chlorogenik acid,- C27H44O-H2O-, asam sitrun.
Komposisi detail pada beberapa bagian tanaman, antara lain:
  • Herba : Fisalin B, Fisalin D, Fisalin F, Withangulatin A.
  • Biji : 12-25% protein, 15-40% minyak lemak dengan komponen utama asam palmitat dan asam stearat.
  • Akar : alkaloid
  • Daun : glikosida flavonoid (luteolin)
  • Tunas : flavonoid dan saponin
  • Buah : asam malat, alkaloid, tanin, kriptoxantin, vitamin C dan gula.
Manfaat dan Kegunaan
Akar tumbuhan ciplukan pada umumnya digunakan sebagai obat cacing dan penurun demam. Daunnya digunakan untuk penyembuhan patah tulang, busung air, bisul, borok, penguat jantung, keseleo, nyeri perut, dan kencing nanah. Buah ciplukan sendiri sering dimakan; untuk mengobati epilepsi, tidak dapat kencing, dan penyakit kuning, Ciplukan mengandung efek sitotoksik, senyawa fisalin dan withanolid yang mampu menekan laju pertumbuhan sel kanker. Senyawa fisalin dan withanolid bersifat sitotoksik mampu menghambat pertumbuhan sel kanker payudara, paru-paru, dan kanker darah.
Aturan dan Cara Penggunaan
  • DIABETES MELLITUS ; tumbuhan ciplukan yang sudah berbuah dicabut beserta akar-akarnya dan dibersihkan. dilayukan dan direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tingga 1 gelas, kemudian disaring. diminum 1 kali sehari.
  • SAKIT PARU-PARU : tumbuhan ciplukan lengkap (akar, batang, daun, bunga dan buahnya). direbus dengan 3-5 gelas air sampai mendidih dan disaring. diminum 3 kali sehari 1 gelas.
  • AYAN ; 8-10 butir buah ciplukan yang sudah dimasak. dimakan setiap hari secara rutin.
  • BOROK ; 1 genggam daun ciplukan ditambah 2 sendok air kapur sirih. ditumbuk sampai halus. ditempelkan pada bagian yang sakit.
  • INFLUENZA. ; Tanaman ciplukan 9 – 15 gram direbus, minum.
  • PENETRAL RACUN UNTUK INFLUENZA, 3 pohon dipotong 5 cm, rebus di dalam 4 gelas air, sisakan 2 gelas, saring, minum. (3x per hari)
  • SAKIT TENGGOROK. Tanaman ciplukan 9 – 15 gram direbus, minum. (3x per hari)
  • BATUKREJAN (PERTUSIS). Tanaman 9 – 15 gram direbus, minum. (3x per hari).
  • BRONCHITIS. Tanaman 9 – 15 gram direbus, minum. (3x per hari)
  • GONDONGAN (PAROTITIS). Tanaman 9 – 15 gr direbus,minum. (3x per hari).
  • PEMBENGKAKAN BUAH PELIR (ORCHITIS). Tanaman 9-15 g rebus, minum. (3x per hari)
  • BISUL. Daun ciplukan 1/2 genggam dicuci, digiling halus, diturapkan pada bisul dan sekelilingnya, lalu dibalut. Diganti 2 kali sehari.
  • KENCING MANIS (DIABETES MELLITUS). Tanaman direbus dengan 3 gelas air jadi 1 gelas, saring, minum. PEMBENGKAKAN PROSTAT. Tanaman 9-15 g rebus, minum. (3x per hari).

 

Oleh : Ismail Karya Sapoetra