CYSTEINE

CYSTEINE

Cysteine merupakan asam amino bukan esensial bagi manusia yang memiliki atom S, bersama-sama dengan metionina. Atom S ini terdapat pada gugus tiol (dikenal juga sebagai sulfhidril atau merkaptan). Karena memiliki atom S, Cysteine menjadi sumber utama dalam sintesis senyawa-senyawa biologis lain yang mengandung belerang. Sisteina dan metionina pada protein juga berperan dalam menentukan konformasi protein karena adanya ikatan hidrogen pada gugus tiol.

Cysteine mudah teroksidasi oleh oksigen dan membentuk sistina, senyawa yang terbentuk dari dua molekul sisteina yang berikatan pada atom S masing-masing. Reaksi ini melepas satu molekul air (reaksi dehidrasi).

Cysteine merupakan asam amino penentu pembentuk Glutathione (Glutathione terbentuk dari 3 komponen asam amino yaitu : Glutamat, Glysin dan cysteine).

Cystein banyak terdapat di makanan yang kita konsumsi tetap begitu dicerna cysteine akan mengalami penguraian. Bila cysteine terurai, cysteine tidak mampu lagi membentuk Glutathione

Manfaat Cystein 

  • Melawan radikal bebas yang menyebabkan kerusakan sel
  • Membantu dalam proses detoksifikasi
  • Memberikan perlindungan terhadap toksisitas tembaga.

Sumber Cystein 

  • Cabai
  • bawang putih
  • bawang Bombay
  • brokoli
  • haver
  • inti bulir gandum (embrio)
  • Asi (air susu ibu)
  • susu sapi, (tetapi tidak boleh mengalamai pasteurisasi karena cysteine tidak tahan pemanasan)
  • L-sistein juga diproduksi secara industri melalui hidrolisis rambut manusia dan babi serta bulu unggas, Sejak tahun 2001 juga telah dapat diproduksi melalui fermentasi mikroorganisme berupa Serum / whey protein susu

 

Oleh : Ismail Karya Sapoetra