Pengertian CENDAWAN Yang Salah Kaprah

Pengertian CENDAWAN Yang Salah Kaprah

Beberapa tahun belakangan ini cendawan pada ternak unggas terutama di unsur pakan mengundang minat dan pemerhati unggas. Banyak artikel-artikel yang di tulis dan disajikan pada pembaca, namun seringkali istilah-istilah mikologi (ilmu yang mempelajari tentang cenda wan) yang digunakan banyak yang salah kaprah. Oleh karena itu diperlukan informasi lebih banyak agar tak keliru dalam menginterpretasikannya.
Beberapa kata penting yang sering muncul pertama yang paling mendasar, yaitu : Cendawan (fungi) adalah organisme nabati berderajat rendah yang dapat dibagi atas tiga kelompok besar, yakni :
  • Jamur,
  • Kapang dan
  • Ragi.
Ketiga kelompok besar ini dibagi atas dasar ukuran besarnya.
  1. Jamur (mushroom. toadstool) merupakan cendawan besar (makro fungus) dan dapat dilihat dengan mata biasa, misalnya: jamur kuping, Jamur tiram, jamur merang, umumnya jamur jamur ini dapat dimakan oleh manusia.
  2. Kapang yang umumnya selalu dipermasalahkan pada dunia unggas adalah cendawan renik (mikrofagus) yang mempunyai misehum dan massa spora yang jelas misalnya: Aspergillus spp, Penicllium spp, Fusarium spp.
  3. Ragi dan cendawan serupa ragi (yeast and yeast like fungi) adalah cendawan renik bersel satu dan berbiak secara kuncup, Misalnya: Candida spp. Histoplasma spp.

Jadi sebenamya penggunaan istilah yang sering muncul pada tulisan tulisan pakan temak seperti : pencemaran jamur pada pakan adalah kurang tepat seharusnya pencemaran kapang pada pakan.

Penyakit Cendawan

Penyakit cendawan terdiri dari 3 macam, yaitu :
Mikosis
Mikosis, adalah penyakit fungal yang disebabkan oleh adanya invasi hifa cendawan patogenik ke dalam tubuh atau jaringan tubuh hewan.
Misalnya
  • Kasus aspergillosis disebabkan oleh kapang Aspergillus fumigatus (terjadi banyak pada unggas).Kasus dermatofitosis (panu, manusia),
  • Ringworm (ruminansia),
  • Favus (ayam), penyebabnya Trichophyton spp. dan Microspo rum spp.
  • Kasus Kandidiasis pada unggas penyebabnya ragi Candida albicans.
Mikotoksikosis
Mikotoksikosis adalah penyakit fungal yang disebabkan oleh ingesti substansi toksik yang dihasilkan oleh cendawan toksigenik di dalam saluran pencernaan.
misalnya:
−Aflatoksikosis, penyebab tertelannya racun aflatoksin yang dihasilkan oleh aspergillus flavus.
−Ergotisme keracunan ergot yang dihasilkan oleh kapang Claviceps purpurea.
Alergi fungal
Alergi fungal adalah alergi yang terjadi sebagai akibat adanya reaksi tubuh terhadap sel-sel cendawan atau produk-produknya ke dalam saluran pernafasan hewan melalui proses inhalasi, misalnya fog fever pada hewan disebabkan oleh inhalasi (terhisapnya) spora cendawan tertentu pada makanan yang terkontaminasi.
Sebenamya walaupun spora cendawan ada di mana-mana sebenamya tak perlu terlalu dikhawatirkan karena tidak semua cendawan bersifat patogenik (dapat menimbulkan penyakit), tokpigenik (kemampuan menghasilkan racun), alorgenik (yang dapat menimbulkan alergi).
Di dalam beberapa artikel dikata kan secara visua/mata telanjang tanpa bantuan sesuatu alat dapat membedakan pakan mana yang sudah dan belum terkena racun. Hal ini kurang tepat, karena tak semua kapang yang tumbuh dapat bersifat toksigenik, selain itu pemeriksaan toksin harus mempergunakan alat bantu seperti HPLC, ELISA, Kromatografi kertas dimana dapat diketahui kadar toksin yang dikandung pakan.
Perubahan warna pada pakan oleh koloni kapang yang tumbuh memang dapat teriihat oleh mata telanjang namun untuk lebih pasti spesies kapang apa yang mencemari perlu pemeriksaan dengan bantuan mikroskop, sebab koloni kapang akan berubah-ubah warna sesuai umumya tergantung spesiesnya.
Berikut ini beberapa cendawan yang umum dan sering ditemukan
Untuk mengetahui apakah kapang tadi bersifat patogenik dan alergenik tentunya memerlukan perlakuan khusus (uji) tertentu dengan hewan percobaan.
Demikian sedikit penjelasan mengenai beberapa istlah yang sering muncul dalam artikel-artikel pakan dan unggas kiranya bermanfaat bagi pembaca.
Oleh : Ismail Karya Sapoetra 
Sumber : Riza Zainuddin Ahmad, Peneliti dan Pemerhati mikologi tinggal di Bogor