VITAMIN K

VITAMIN K

Vitamin K (K dari “KoagulationsVitamin” dalam Bahasa Jerman dan Bahasa Denmark) merujuk pada sekelompok vitamin lipofilik dan hidrofobik yang dibutuhkan untuk modifikasi pascatranslasi dari berbagai macam protein, seperti dalam proses pembekuan darah. Secara kimia vitamin ini adalah turunan 2-metil-1,4-naftokuinona. Vitamin K bersifat tahan panas, tetapi akan segera rusak apabila terpapar senyawa asam, basa, dan cahaya matahari.

Pada manusia, vitamin K didapat dari nutrisi asupan makanan dan mikroflora pada saluran pencernaan. Di dalam hati, vitamin K dibutuhkan untuk mengaktivasi protrombin dengan reaksi karboksilasi gugus Glu pada residu protein prekursornya. Asam glutamat yang mengalami reaksi karboksilasi akan berubah menjadi asam karboksiglutamat gamma.

Secara struktur kimia Vitamin K ada tiga bentuk yaitu :

  • Vitamin K1 (filoquinon),
  • Vitamin K2 (menaquinon), dan
  • Vitamin K3 (menadion).

Vitamin K2 (menakuinonamenatetrenona) secara normal diproduksi oleh bakteri dalam saluran pencernaan manusia, dan defisiensi gizi akibat diet yang sangat jarang terjadi kecuali saluran pencernaan mengalami kerusakan yang sangat parah sehingga tidak dapat menyerap molekul.

Manfaat Vitamin K 

  • mengurangi risiko resistensi insulin sehingga membantu melawan diabetes (khususnya vit. K1).
  • membantu metabolisme di dalam tubuh terkait dengan resistensi senyawa insulin.
  • menekan proses pendarahan di hati yang seringkali muncul akibat pemakaian senyawa aspirin atau antibiotik secara berlebihan.
  • memperlambat proses pembentukan sel kanker di hati dan paru-paru.
  • meningkatkan kepadatan tulang sehingga terbentuk struktur rangka tubuh yang kuat.
  • menurunkan risiko terkena osteoporosis

Sumber Vitamin K 

Vitamin ini ditemukan dalam sayuran hijau, seperti bayam, katuk, kol, selada, dan brokoli, berikut sumber makanan yang kaya akan kandungan vitamin K :

  • Buah kiwi pada takaran 100 gr = 40,3 mcg. (setara 10% kebutuhan vit. K harian yang dibutuhkan tubuh.)
  • Alpukat pada takaran 100 gr = 81 mcg (setara 36% kebutuhan vit. K harian yang dibutuhkan tubuh.)
  • Anggur pada takaran 100 gr = 22 mcg (setara 21% kebutuhan vit. K harian yang dibutuhkan tubuh.)
  • Blueberi pada takaran 100 gr = 19 mcg (setara 24% kebutuhan vit. K harian yang dibutuhkan tubuh.)
  • Asparagus pada takaran 100 gr = 416 mcg (Manfaat lain mengkonsumsi asparagus antara lain, mencegah anemia, menjaga tekanan darah agar tetap stabil, sebagai diuretik, mengatasi gangguan alergi pada kulit)
  • Brokoli pada takaran 100 gr = 155,20 mcg (Manfaat lain memakan sayuran brokoli adalah rendah lemak, rendah kalori, dan tinggi kalium. Bahkan kandungan kalsium pada brokoli setara dengan satu gelas susu. Selain itu sangat baik sebagai anti radikal bebas)
  • Sawi pada takaran 100 gr = 419,3 mcg vitamin K.
  • Bayam pada takaran 100 gr = 89 mcg vitamin K.
  • Selada pada takaran 100 gr = 128 mcg vitamin K.
  • Buah Kol pada takaran 100 gr = 125 mcg vitamin K.
  • Hati Sapi pada takaran 100 gr = 7 mcg vitamin K.
  • Kentang pada takaran 100 gr = 2 mcg vitamin K.
  • Kacang polong pada takaran 100 gr = 5 mcg vitamin K.
  • Kacang Kedele pada takaran 100 gr = 47 mcg vitamin K.
  • Kubis pada takaran 100 gr mengandung setengah dari kebutuhan vitamin K secara harian.

 

Oleh : Ismail Karya Sapoetra